Artikel
Kepala Dinas PMD Jatim Kunjungi Ngiroboyo, Dukung Program Jelajah Wisata JTV Jawa Timur
.jpg)
SENDANG, PACITAN — Potensi wisata desa di Jawa Timur terus mendapat ruang untuk diperkenalkan lebih luas. Salah satunya melalui program “Jelajah Wisata Jatim Berhadiah” yang disiarkan JTV, hasil sinergi promosi potensi desa dan pariwisata daerah bersama Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinas PMD) Provinsi Jawa Timur. Program tersebut secara resmi diluncurkan dan salah satu destinasi yang mendapat perhatian adalah Obyek Wisata Pesona Ngiroboyo, Desa Wisata Sendang, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Pacitan.
Untuk memastikan program berjalan dengan baik sekaligus melihat secara langsung potensi wisata desa, Kepala Dinas PMD Provinsi Jawa Timur, Ir. Budi Sarwoto, MM, melakukan kunjungan ke Obyek Wisata Pesona Ngiroboyo. Dalam kunjungan tersebut, Kepala Dinas PMD Provinsi Jawa Timur turut didampingi Kepala Dinas PMD Kabupaten Pacitan Sugiyem, AP, M.Si., Camat Donorojo Bagus Nurcahyadi Saputro, S.STP., M.P.A., Kepala Desa Sendang Winarto, S.IP., serta Direktur BUM Desa Subur Makmur Sendang Wildan Nur Swi Harmoko, MM. Kunjungan tersebut menjadi momentum untuk melihat secara langsung bagaimana potensi lokal dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi desa melalui pengelolaan wisata berbasis masyarakat.
Sendang, Desa dengan Potensi Wisata yang Beragam
Desa Sendang memiliki beragam potensi wisata yang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Selain Pantai Klayar yang dikelola oleh Pemerintah Kabupaten Pacitan melalui Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga, Desa Sendang juga memiliki Obyek Wisata Pesona Ngiroboyo yang pengelolaannya dilakukan oleh Pemerintah Desa melalui BUM Desa Subur Makmur Sendang.
Keberadaan kedua destinasi tersebut memperkuat posisi Desa Sendang sebagai salah satu kawasan yang memiliki potensi besar dalam pengembangan pariwisata berbasis desa. Namun, perjalanan Ngiroboyo tidak dimulai dari sebuah kawasan wisata yang sudah tertata.
Dahulu, kawasan ini lebih dikenal sebagai tempat menggembala ternak. Seiring berjalannya waktu, masyarakat bersama pemerintah desa melihat potensi alam yang ada dan mulai mengembangkannya menjadi destinasi wisata. Kini, wajah Ngiroboyo telah berubah. Kawasan yang dahulu sederhana tersebut berkembang menjadi destinasi wisata yang tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga membuka ruang ekonomi bagi masyarakat.
Wisata Tumbuh, Ekonomi Warga Bergerak
Sejak dikelola BUM Desa Subur Makmur Sendang pada 2020, pengembangan Ngiroboyo dilakukan secara bertahap dengan melibatkan masyarakat sekitar.
Sekitar 10–15 pelaku UMKM ikut mengambil manfaat dari aktivitas wisata, mulai dari kuliner, suvenir, hingga jasa wisata. Pertumbuhan kunjungan wisatawan juga mendorong lahirnya berbagai aktivitas ekonomi baru, seperti warung, homestay, camping ground, hingga layanan wisata susur sungai.
Dengan demikian, geliat wisata Ngiroboyo tidak berhenti pada sektor pariwisata semata. Perputaran ekonomi juga mulai dirasakan oleh masyarakat yang berada di sekitar kawasan destinasi.
Pengelolaan wisata melalui BUM Desa Subur Makmur bahkan mampu menghasilkan keuntungan sekitar Rp148 juta per tahun dan turut memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Desa (PADes).
Pemerintah juga memberikan dukungan melalui bantuan stimulan untuk pembangunan berbagai fasilitas wisata, antara lain gazebo dan spot foto, sekaligus pendampingan dalam penguatan kelembagaan dan pengelolaan BUM Desa.
Dari Ngiroboyo Menuju Panggung Nasional
Perkembangan Ngiroboyo tidak hanya terlihat dari aktivitas ekonomi masyarakat. Prestasi destinasi ini juga terus menunjukkan perkembangan.
Dalam ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI), Ngiroboyo berhasil masuk 300 besar pada 2021, meningkat menjadi 100 besar pada 2022, dan kembali mencatat capaian dengan masuk 75 besar pada 2023.
Capaian tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjang pengembangan Desa Wisata Sendang dalam memperkenalkan potensi lokal ke tingkat yang lebih luas.
Daya tarik Ngiroboyo pun semakin beragam. Wisatawan tidak hanya disuguhi panorama alam, tetapi juga dapat menikmati berbagai aktivitas wisata seperti paddle board, susur Sungai Maron, offroad, hingga camping di tepi pantai.
Perpaduan antara lanskap alam dan aktivitas wisata tersebut menjadi modal penting dalam mengembangkan pengalaman wisata yang lebih beragam bagi pengunjung.
Promosi untuk Membuka Peluang Lebih Luas
Kehadiran program Jelajah Wisata Jatim Berhadiah menjadi peluang strategis untuk memperkenalkan lebih luas potensi Desa Sendang, khususnya Ngiroboyo, kepada masyarakat Jawa Timur.
Bagi desa, promosi wisata bukan sekadar mendatangkan wisatawan. Di balik meningkatnya kunjungan terdapat peluang bagi UMKM, pelaku jasa wisata, pengelola homestay, pedagang, serta masyarakat sekitar untuk mengembangkan usaha.
Sinergi antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Pemerintah Kabupaten Pacitan, Pemerintah Kecamatan Donorojo, Pemerintah Desa Sendang, BUM Desa Subur Makmur, dan masyarakat menjadi kekuatan penting dalam menjaga keberlanjutan pengembangan wisata.
Dari tempat menggembala ternak, Ngiroboyo kini menjelma menjadi destinasi yang menghidupkan ekonomi warga.
Kisah Ngiroboyo menunjukkan bahwa kekuatan pariwisata desa tidak hanya terletak pada keindahan alamnya, tetapi juga pada kemampuan masyarakat mengelola potensi, membangun kolaborasi, dan menciptakan nilai ekonomi dari kekayaan lokal.
Melalui Jelajah Wisata Jatim Berhadiah, cerita tentang Ngiroboyo dan Desa Sendang kini mendapat kesempatan untuk menjangkau lebih banyak mata dan telinga—membawa pesan bahwa dari desa, pariwisata Jawa Timur dapat tumbuh dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Kepala Dinas PMD Jatim Kunjungi Ngiroboyo, Dukung Program Jelajah Wisata JTV Jawa Timur

